Drama Korea – Sinopsis Start Up Episode 7 Part 2, Untuk menyaksikan link lengkap part sebelumnya dahulu silahkan ke Episode sebelumnya cek di sini. Sedangkan full rekapnya pada goresan pena yang ini gaes.


Ji Pyeong masuk ke lift. Dia menenteng flora dari Dal Mi.
Dal Mi masih belajar. Lalu beliau membuka e-mail dari Ji Pyeong. Dia bahagia Ji Pyeong menjawab dengan lengkap semua pertanyaannya.

Do San menjatuhkan benang wol nya. Dia berpikir sejenak, kemudian mengambil gulungan benang wolnya.

Mendadak saja, Do San terpikirkan sesuatu. Dia kemudian duduk di depan layar komputernya. Lalu mengambil alat sensornya dan mengarahkannya ke pensil yang dipegangnya.
Di layar komputernya, alat sensornya mengerti itu pensil.
Dia juga mengarahkannya ke kalkulator dan jendela.
Do San lantas menjalankan sesuatu.

Ji Pyeong mencampakkan flora dari Dal Mi.

Dal Mi terus berguru dengan sumbangan e-mail dari Ji Pyeong.
Ji Pyeong menulis, setelah sanggup suntikan dana 100 juta won seharusnya dipakai untuk apa? Bakar duit yakni penghitungan laju pengeluaran perusahaan rintisan. Cari nilai bakar duit agar tahu sanggup bertahan berapa bulan.

Besoknya, Dal Mi dan Samsan kembali rapat.
Dal Mi menjelaskan, bakar duit yakni penghitungan laju pengeluaran.
Terdengar kata-kata Ji Pyeong, di jawaban yang beliau kirimkan ke Dal Mi melalui e-mail.
Ji Pyeong : Lihat pengeluaran per bulan. Dana darurat 30 persen. Simpan dana darurat 30 persen dari keseluruhan.
Dal Mi menerangkan pada yang lain, mereka menemukan dana 100 juta won. Dan ada dana darurat sebesar 30 persen.
Dal Mi : Dari sisa 70 juta won, sepuluh juta won untuk ongkos transportasi, ongkos komunikasi, dan alat-alat. Misalnya honor kita dua juta won per bulan…


Mendengar honor mereka 2 juta won, Yong San dan Chul San kompak berteriak, daebak!
Tapi Sa Ha tanya, cuma segitu?
Chul San : Itu sedikit?
Sa Ha : Menurutmu banyak?
Yong San : Tentu. Kami tak pernah sanggup honor selama dua tahun.
Sa Ha : Tagihan kartuku tak pernah di bawah dua juta won selama dua tahun ini. Nam Do San-ssi.
Do San mencibir, kemudian bangga?
Sa Ha membalas. Dia bilang beliau pakai duit yang beliau hasilkan sendiri.
Do San pun terdiam.

Dal Mi : Tunggu. Sekarang masalahnya bukan dua juta won itu. Total honor sepuluh juta won per bulan, kita sanggup bertahan enam bulan.
Do San : Hanya enam bulan?
Dal Mi : Kita mesti temukan hasil manis dalam enam bulan ke depan. Karena Pak Han menyampaikan akan ada hari demo tiga bulan lagi. Banyak sekali penanam modal besar yang hendak tiba ke sana.
Do San agak terkejut di saat Dal Mi menyebutkan Jji Pyeong.

Mereka kemudian pindah ke kafetaria.
Yong San : Aku tahu. Jika kita penyajian laba selama tiga bulan, penanam modal akan putuskan bagaimana investasi ke depannya. Seperti itu.

Mereka menyaksikan ke layar yang memperlihatkan status pendanaan.
Do San : Jika sanggup satu miliar won, nilai perusahaan…
Dal Mi : Jika kamu beri sepuluh persen saham, nilainya akan meraih sepuluh miliar won.
Do San : Sepuluh miliar? Mereka sanggup empat miliar, jadi…
Dal Mi : Jika mereka juga beri sepuluh persen, nilainya akan meraih 40 miliar won. Mungkin Seri A sudah selesai.
Chul San : Itu masa depan kita.

Sa Ha : Entahlah, kalian… maksudku sanggup saja masa depan kalian seumpama itu.
Mereka menyaksikan yang dilihat Sa Ha. Anggota Sand Box yang gagal, pergi meninggalkan Sand Box dikirim Dong Cheon.

Dal Mi teringat kata-kata Ji Pyeong di e-mail.
Dal Mi tanya, bagaimana apabila mereka tak sanggup investasi lanjutan?
Ji Pyeong bilang cuma ada dua opsi. Hasilkan duit dengan memasarkan jasa atau keluar.
Dal Mi kemudian mengajak seluruhnya rapat.

Di depan kantor Samsan, Cheon Ho menemukan barang dari seorang pria. Dia bilang beliau akan mengetes produknya dengan teliti dan memperlihatkan ulasan.
Pria itu bilang, harusnya saya memberimu balasan, tapi…
Cheon Ho pun bilang beliau melakukannya dengan sukarela.
Cheon Ho : Aku juga sanggup penjualan dan desain. Tapi kamu ingat, ‘kan?
Pria itu bilang, ya. Satu persen saham. Aku ingat itu. Tapi sudah ada pengguna untuk mengetes produknya, ‘kan?
Cheon Ho : Itu…


Tak lama, Samsan dan Dal Mi juga Sa Ha datang.
Cheon Ho berseru, mereka datang.
Do San terkejut menyaksikan Cheon Ho. Dia mau mendekati Cheon Ho namun tidak boleh Chul San.
Dal Mi tanya ke Do San, siapa Cheon Ho.
Do San bilang beliau Cheon Ho, abang sepupunya.
Dal Mi : Orang dengan saham satu persen itu?
Cheon Ho : Ya, itu aku.

Sekarang mereka duduk di dalam dengan alat absurd di jari mereka.
Do San tanya, itu apa. Sepertinya itu produk dari lelaki tadi.
Cheon Ho : Ini prototipe yang dibentuk Wepulse, tim dari kegiatan keanggotaan ke-10. Namanya ET, Emotion Transistor. Alat yang sanggup memperlihatkan perasaan. Lihat ini. Ini seumpama oksimetri nadi. Saat berdebar, lampu biru akan menyala. Saat berbohong, lampu berwarna merah. Jika merasa biasa saja, lampunya akan mati.


Sa Ha gak percaya. Dia pun mengetesnya. Dia memegang tangan Chul San. Dan lampu di jari Chul San pribadi berubah biru tanda Chul San berdebar.


Sa Ha masih tak percaya. Dia memegang tangan Do San.
Dal Mi pribadi memandang alatnya dengan tatapan sengit.
Lampu di alat tak menyala.


Do San takjub, ini akurat.
Sa Ha memandang sengit Do San sekarang.

Dal Mi menepuk tangan Sa Ha yang masih memegang Do San.
Dal Mi kemudian tanya, mereka mesti apa dengan alat itu.
Cheon Ho : Ini prototipe. Butuh isyarat perbaikan dan ide. Tolong tes, dan beri ulasan kalian. Perusahaan rintisan mesti saling bantu.
Do San pun tanya, apa Cheon Ho sanggup satu persen saham juga dari perusahaan yang menghasilkan alat itu.
Cheon Ho : Tentu. Agar saya sanggup menjadi Bonnie Brown Korea.
Chul San : Bonnie Brown? Siapa lagi dia?
Yong San : Pemijat di saat permulaan bangkit Google. Dia jadi miliarder berkat pilihan saham di saat itu.
Cheon Ho : Dia yakni tokoh panutanku. Mencari perusahaan rintisan berpotensi dan bantu mereka dengan keahlianku. Terima cuma satu persen saham. Satu di antaranya besar seumpama Google. Aku akan menjadi miliarder!

Lampu di jari Cheon Ho menyala.
Cheon Ho : Memikirkannya saja buat saya bersemangat!


Mendadak, lampu di jari Dal Mi juga biru.
Sa Ha : Nona Seo menimbang-nimbang apa sampai lampu biru menyala?
Dal Mi : Bisa saja salah satu yang sukses itu yakni kita.
Sa Ha : Maksudmu Samsan Tech menjadi seumpama Google? Kau pikir itu masuk akal?

Yang lain pun juga berubah biru alasannya yakni menimbang-nimbang kata-kata Dal Mi.
Sa Ha : Apa kalian semua gila?
Do San : Cheon Ho-ya, ini sanggup dipakai menghasilkan keputusan?
Cheon Ho : ya.


Do San dan Dal Mi kemudian saling menempelkan lampu mereka. Lampunya berubah biru. Dal Mi senang. Do San memandang Sa Ha dengan ekspresi takjub.

Sa Ha semakin sebal memandang mereka.
Bersambung ke part 3…