Drama Korea – Sinopsis Start Up Episode 11 Part 4, Lihatlah link Eps sebelumnya ada di sini gaes, Untuk simak full dongeng rekapnya terseida pada goresan pena yang ini.

Melihat Samsan menang, Ji Pyeong teringat momentum dahulu ia mengkritik Samsan.
Itu bikin Ji Pyeong merasa bersalah.

Tak lama, Bu Yoon tiba menenteng dua cangkir kopi.
Bu Yoon : Kudengar kamu tak hadir di Hari Demo alasannya yakni merasa bersalah.
Ji Pyeong : Maafkan aku.
Bu Yoon menenangkan Ji Pyeong. Dia bilang, pekerjaan mereka memang menuntut mereka menyampaikan kritik tajam.
Bu Yoon : Wajar kerap kali kita dibenci. Waktu itu kamu mengkritik hal yang sudah seharusnya. Jika kamu tak melaksanakan itu, niscaya saya melakukannya.
Ji Pyeong : Menurutmu, itu kritik yang wajar? Aku senantiasa berkata terhadap Samsan Tech mereka tak akan berhasil. Tapi hari ini mereka menjadi juara. Mungkin saja, perkataan Kim Yong San benar.
*Kritikan Ji Pyeong emang pedes sih ya. Pedesnya bahkan ngalahin cabe. Tapi kalau gak pedes, Samsan mungkin takkan berubah. Samsan mungkin takkan berbenah. Soal abang Yong San, emang mental abang Yong San aja yg gk kuat. Ikut Sand Box, memiliki arti mesti siap dikritik dong.

Dal Mi pulang dengan wajah gembira.
Sampai rumah, ia eksklusif mencari halmeoni.
Tapi perilaku halmeoni sedikit berlebihan.
Halmeoni : Astaga, cucuku sayang udah pulang.
Dal Mi kemudian memerintahkan halmeoni menebak ia juara berapa.
Dal Mi kemudian bilang ia juara satu demo day.
Halmeoni senang.
Dal Mi : Aku bilang pada In Jae akan mengalahkannya dalam tiga tahun. Namun, nampaknya saya terlalu menilai remeh diriku. Aku tak butuh tiga tahun.
Halmeoni : Tentu saja. Kau terlalu rendah hati.


Halmeoni kemudian mainin pipi Dal Mi.
Halmeoni : Astaga, cucuku sungguh pintar.
Tapi Dal Mi merasa perilaku halmeoni agak berbeda. Dia bilang, halmeoni umumnya dingin, kenapa secara tiba-tiba hangat sekarang.
Halmeoni : Memangnya kenapa? Aku senantiasa memperlakukanmu dengan hangat.
Dal Mi : Tidak. Biasanya kamu dingin. Apa kamu berbuat salah kepadaku?


Tak lama, Nyonya Cha timbul dari dapur.
Dal Mi eksklusif terdiam kesal memandang halmeoni.

Halmeoni menyusul Dal Mi yang murka ke kamar.
Dal Mi bilang ia gak mau. Dal Mi kemudian tanya, bagaimana perasaan halmeoni.
Halmeoni bilang tentunya ia lebih murka dari Dal Mi.
Dal Mi : Lantas, kenapa kamu bawa ia ke sini?
Halmeoni : Jika kita terus menghalau orang dengan banyak sekali cara, pada balasannya tak ada orang di samping kita. Kau lebih gampang memaafkan jika sudah tua.
Dal Mi : Aku belum tua, jadi, tak paham. Ibu punya rumah yang bagus. Kenapa ia mesti tinggal di sini? Usir ia dari sini.
Halmeoni : Aku sudah lihat kelakuan suaminya. Sepertinya ia akan dipukuli jika pulang. Maka itu, saya bawa ia ke sini. Ibumu tak hidup sebaik yang kamu kira. Lalu bagaimana? Usir saja ke jalanan.
Dal Mi pun terdiam kesal.

Dal Mi lantas keluar dari kamar dan memandang ibunya yang sedang mencuci piring dengan tatapan nanar.

Do San pulang dan mendengar obrolan ortunya di dapur soal makanan.
Ayah bilang, nampaknya iga sapi berlebihan. Do San takkan suka jika terlihat menyerupai pesta.
Di meja, sudah banyak makanan. Ibu mengolah masakan banyak.
Ibu : Tapi ia juara satu. Iga babi terlalu sederhana.
Ayah : Kau benar. Kalau begitu jangan pakai japchae. Jika ada ini terlalu menyerupai pesta.
Ibu setuju.
Ayah eksklusif nyimpan japchae nya di kulkas.

Ibu kemudian tanya, apa ayah sudah menyaksikan CEO Do San.
Ayah bilang CEO Do San pintar mengatakan dan pintar.
Ayah : Sepertinya ia tak merayu Do Sagar bisa jadi CEO. Kemampuannya andal dan layak menjadi CEO.
Do San senyum-senyum dengernya.
Ibu : Kalau begitu, bagaimana jika kini Do San merayu dia?
Ayah : Dia mesti mengesampingkan urusan pribadinya. Tak boleh begitu.
Do San mau beranjak ke pintu namun kemudian ia balik lagi alasannya yakni denger omongan ibu. Ibu bilang ayah yang pertama mengajak ia pacaran.
Ayah : Kau benar. Teknikku menemukan hatimu memang hebat.
Ibu : Kuharap Do San juga bisa menimba ilmu itu.

Do San kemudian beranjak ke pintu. Dia menutup pintu yang tadi belum ia tutup dikala masuk.
Do San teriak, saya pulang
Do San kemudian menyaksikan meja makan dan akal-akalan tanya, apa itu.
Ibu bilang ia cuma mempersiapkan yang ada secara sederhana.


Do San : Aku basuh tangan dulu.
Tapi kemudian Do San minta ayahnya mengajarinya cara menemukan hati cewek.
Do San kemudian pergi bersih-bersih.
Ayah : Sepertinya ia dengar semua obrolan kita.
Ibu : Bukan itu yang penting sekarang. Itu artinya ia menggemari CEO itu.
Ayah : Yeobo, ayo keluarkan japchae nya.


Paginya, Dal Mi berdiri di depan ruangan Ji Pyeong sambil mondar mandir memegang ponselnya. Sesekali ia mengintip ke dalam.
Tak lama, Dong Cheon datang.
Dong Cheon tanya, apa Dal Mi mencari Ji Pyeong.
Dal Mi : Ya, benar. Dia tak membalas pesanku.
Dong Cheon : Pak Han hari ini izin sakit.
Dal Mi : Izin sakit? Dia sakit apa?
Dong Cheon : Entahlah. Ini kali pertama ia begitu. Aku bermaksud menjenguknya nanti.
Dong Cheon kemudian masuk ke dalam.


Ji Pyeong masih tidur dikala ponselnya berbunyi. Ji Pyeong eksklusif bangkit dikala tahu itu telepon dari Dal Mi.
Ji Pyeong beneran sakit. Tapi ia berupaya menormalkan suaranya biar tak terdengar sakit.
Dal Mi : Kudengar dari Pak Park bahwa kamu sakit.
Ji Pyeong eksklusif kesal mendengarnya.
Ji Pyeong : Sepertinya ia salah. Bukan izin sakit, namun cuti. Aku memakai cutiku alasannya yakni akan secepatnya kedaluwarsa.
Dal Mi : Begitu? Syukurlah.


Ji Pyeong : Kenapa meneleponku?
Dal Mi : Kau menonton siaran Hari Demo, ‘kan?
Ji Pyeong : Tentu saja, kalian melakukannya dengan baik. Selamat.


Dal Mi : Terima kasih. Ini semua berkatmu.
Ji Pyeong : Aku tak melaksanakan apa-apa. Aku cuma terus mengkritik kalian.
Dal Mi : Jika tak begitu, kami tak akan hingga di sini. Aku sungguh berterima kasih.
Ji Pyeong terdiam mendengarnya.
Dal Mi : Han Timjangnim?


Ji Pyeong : Sekarang saya sedang menyetir. Aku hendak berlibur dengan teman-temanku. Maafkan aku.
Dal Mi : Kalau begitu hati-hati di jalan.


Selesai bicara dengan Dal Mi, Ji Pyeong minum obat.
Ji Pyeong kemudian mencampakkan sisa air minumnya ke tanaman Dal Mi.


Setelah itu ia menemukan pesan dari Dal Mi.
Dal Mi : Suaramu terdengar sungguh sakit. Aku beli bubur nasi abalone, dan kugantung di pintumu.
Ji Pyeong kaget, apa? Tadi ia di depan?


Ji Pyeong eksklusif keluar namun Dal Mi nya udah pergi.
Ji Pyeong kemudian menyaksikan Dal Mi menggantung buburnya di gagang pintu.

Samsan berjumpa dengan Alex dan perwakilan 2STO lain di ruang rapat.
Dal Mi selaku CEO Samsan sedang membaca persetujuan pembelian saham yang diajukan Alex.
Dal Mi kemudian memerintahkan Sa Ha membaca persetujuan perdagangan nya.
Alex : 2STO ingin mengakuisisi Samsan Tech seharga tiga miliar won. Dan selama 3 tahun, kalian mesti melakukan pekerjaan di kantor sentra 2STO di Silicon Valley.
Dal Mi : Layanan NoonGil tetap bisa dipertahankan, ‘kan?
Alex : Tentu.
Dal Mi kemudian menutup dokumen yang masih dibaca Sa Ha dan bilang akan mengontak Alex lagi nanti setelah mempelajari dokumennya.


Dal Mi cs kemudian mengirimkan Alex ke lift.
Setelah Alex dan rekannya pergi, Samsan eksklusif teriak senang.
Di lift, rekannya Alex bilang ke Alex kalau nampaknya kali ini akan mudah.
Alex bilang nampaknya begitu.
*Nah loh, Samsan dalam bahaya.

Samsan kembali ke ruangan mereka dengan wajah gembira.
Mereka senang alasannya yakni berpikir akan menjadi global sebentar lagi.
Dal Mi bahkan berpikir untuk les Bahasa Inggris lagi.
Do San tanya, apa nama Samsan akan menghilang.
Sa Ha bilang selaku gantinya akan menjadi belahan dari 2STO.
Do San nampaknya tak rela.
Sa Ha kemudian mengajak seluruhnya berpikir hal yang bagus saja.

In Jae Company kesal mendengar teriakan senang Samsan.
Dae Myung bilang, apa yang Samsan lakuin hingga 2STO mengakuisisi Samsan 3 miliar won.
I Su merasa ada yang aneh.


Do San masih di kantor padahal lainnya udah pulang.
Dia memandang duka kartu bisnis Samsan.

Lalu Dal Mi tiba dan terkejut menyaksikan Do San belum pulang.
Do San tanya kenapa Dal Mi balik lagi.
Dal Mi bilang ponselnya tertinggal.
Dal Mi kemudian menyaksikan kartu bisnis Samsan yang dipegang Do San.
Dal Mi bilang dikala berhenti dari kantornya, ia nyaris tiba ke kantor Do San yang alamatnya ada di kartu nama.
Do San terkejut mendengarnya.


Tapi dikala itu, Dal Mi balasannya tiba ke apartemen Ji Pyeong dan menduga itu kantor Do San.
Do San kemudian tanya, apa Dal Mi masih ingin tau sama kantornya. Mau diperlihatkan.
Dal Mi mengangguk.

Do San menenteng Dal Mi ke kantornya yang lama.
Begitu hingga di rooftop kawasan kantor Do San berada, Dal Mi eksklusif takjub. Dia bilang, luas sekali.
Dal Mi kemudian mencium sesuatu.
Dal Mi : Bau apa ini?
Do San : Di bawah ada kedai makanan daging terkenal. Bau dagingnya hingga ke sini. Jika makan gimbap sambil tutup mata di sini, rasanya akan menyerupai daging mahal.


Dal Mi tak percaya, namun ia malah menutup matanya menyerupai kata Do San.
Dal Mi : Apa sungguh bisa? Sepertinya memang bisa.
Do San : Aku tak bohong.

Dal Mi kemudian menyaksikan papan nama bertuliskan, DOSAN TECH.
Do San : Ternyata ini masih ada di sini. Awalnya namanya Dosan Tech. Diambil dari namaku.
Dal Mi : Ternyata kamu awalnya. Kenapa memulainya di sini?
Do San : Karena ongkos perawatan dan sewanya murah. Pemandangan malamnya indah.
Dal Mi : Pemandangan malam?

Dal Mi lantas menyaksikan panorama malam indah menyerupai yang dibilang Do San.
Dal Mi : Benar. Pemandangan di sini lebih cantik ketimbang Sungai Han.


Do San kemudian bilang disanalah ia memulai. Bukan di kantor berpemandangan Sungai Han.
Do San kemudian mengajak Dal Mi masuk.
Do San bilang, belum ada penyewa baru. Sangat panas alasannya yakni tak ada pendingin ruangan.

Do San menjajal membuka pintu namun pintunya gak bisa dibuka.
Do San terus mencoba. Dia menariknya dengan memiliki efek dan pintu terbuka tapi…. ada Chul San dan Sa Ha dibalik pintu! Chul San dan Sa Ha eksklusif jatuh pas Do San membuka paksa pintu.

DoDal pun terkejut plus heran ada mereka disana.
Chul San cuma cengengesan.

DoDal memandang ChulSa. Mereka menanti jawaban ChulSa. Sa Ha bilang ini gak kayak yang mereka pikirin. Dal Mi tanya, memang apa yang mereka pikirin.
Sa Ha bilang niscaya kekerabatan antar lelaki dan wanita.
Sa Ha : Lihat tatapan kalian. Sangat kotor.
DoDal protes, kotor?


Chul San : Bukan begitu. Tadi saya sedikit sensitif alasannya yakni nama Samsan Tech akan hilang. Jadi, tiba-tiba saya ingin sekali tiba ke sini lagi.Aku jalan dengan tasku yang terbuka sambil melamun. Lalu, Sa Ha menyaksikan itu. “Chul San-ssi! Tasmu terbuka! Tasmu!” Namun, saya tak dengar, dan eksklusif naik bus. “Astaga. Jika begitu, ia akan kecopetan.” Karena khawatir, ia mengikutiku hingga ke sini. Tak ada yang “kotor”. Kami sungguh bersih.
Sa Ha : Sudah paham, ‘kan?


Dal Mi memandang Do San dan tanya apa Do San paham.
Do San bilang enggak.


Chul San : Astaga. Lihatlah diri kalian, para kecoak.
Yong San kemudian tiba bawa masakan ringan dan terkejut menyaksikan semua berkumpul di sana.
Yong San bilang, mereka semua keterlaluan.
Do San : Jangan salah paham.
Chul San : Benar. Kami tiba dengan perasaan yang serupa denganmu.

Sa Ha kemudian tanya, gimana setelah mereka melakukan pekerjaan 3 tahun di Silicon Valley.
Semua diam.
Chul San : Karena kita niscaya sudah hasilkan banyak uang, saya mau buat penginapan yang besar di kawasan budi daya maesaengi ku. Yang sungguh besar.
Yong San : Aku mau pelihara anjing.
Sa Ha : Apa itu? Sederhana sekali.
Yong San : Maka, mesti beli rumah yang ada halamannya.
Do San memandang Dal Mi. Dia tanya, gimana sama Dal Mi.
Dal Mi bilang ia tak bisa mengatakannya.

Semua ingin tau dan memaksa Dal Mi mengatakannya.
Dal Mi bilang, ia mau menghasilkan bisnis lagi sama mereka.
Dal Mi : Saat Hari Demo, algoritma kita tetap bisa dilakukan di komputer papan tunggal.
Chul San : Itu semua hasil dari kerja keras kita yang hendak buat itu dapat melakukan pekerjaan di ponsel.
Yong San : Dan ternyata proses ringannya berlangsung sungguh baik.
Dal Mi : Jika pengenalan gambarnya bisa begitu baik, bukankah kita akan bisa buat metode kemudi otomatis?
Sa Ha : Sistem kemudi otomatis?
Chul San : Omonganmu tak masuk akal, Nona Seo.
Yong San : Biaya pembuatannya sungguh mahal. Suntikan dana perusahaan besar pun bisa kurang.

Tapi Do San yang punya perasaan pada Dal Mi, bilang kalau ia setuju. Kata Do San, duit mereka juga banyak. 3 M.
Chul San, Yong San dan Sa Ha kemudian minta Dal Mi menerangkan lebih lanjut. Mereka bilang akan bergabung jika wangsit Dal Mi bagus.

Dal Mi beranjak ke papan tulis yang ada di depannya. Lalu ia bilang, jabatannya yakni CEO dari perusahaan IA jadi kerap kali ia mempelajari metode kemudi otomatis.
Dal Mi : Alat-alat inti yang mesti dipasang di kendaraan beroda empat dengan kemudi otomatis yakni GPS, kamera, LiDAR, radar depan dan belakang, sensor ultrasonik. Yang lebih penting dari itu yakni metode komputer. Kita mesti pasang metode pengenalan gambar di kameranya. Kita mesti pasang semua hal ini. Jika dibentuk dengan proses ringan kita, bukankah akan bisa bersaing?
Mereka eksklusif semangat menghasilkan gambarannya.


Hingga besok paginya, mereka masih terlelap.
Chul San tidur sama Sa Ha. Yong San sendirian dan Dal Mi sama Do San.


Do San terbangun dan memandang Dal Mi yang masih tidur. Ada noda hitam di lisan Dal Mi. Sepertinya noda spidol.


Ji Pyeong balasannya kembali ke kantor.
Dong Cheon : Pak Han, kamu sudah sembuh? Tadinya saya bermaksud menjengukmu.
Ji Pyeong : Kau bilang ke Nona Seo saya sakit?
Dong Cheon : Aku terlalu sering bergosip, ya? Maafkan aku.
Ji Pyeong senyum-senyum.
Ji Pyeong : Tidak. Aku tak terlalu tidak senang itu.


Dong Cheon : Benarkah? Kalau begitu, mau dengar warta dariku?
Ji Pyeong : Apa itu?
Dong Cheon : Hari ini, Samsan Tech dan 2STO akan teken persetujuan akuisisi.
Ji Pyeong kaget, akuisisi?
Dong Cheon : Ya. Akuisisi.
Ji Pyeong : Bukan investasi, namun akuisisi?
Dong Cheon : Ya, benar.
Ji Pyeong pun panic dan eksklusif pergi ke kantor Samsan.

Sampai di sana, Ji Pyeong nyariin Dal Mi.
Chul San dengan bangganya bilang kalau Dal Mi pergi sama Do San ke 2STO buat teken kontrak.
Sa Ha tanya, ada masalah.


Ji Pyeong : Ada salinan kontraknya?
Sa Ha : Ada. Waktu kuperiksa tak ada yang aneh.
Ji Pyeong : Biar saya yang baca.
-2STO-

DoDal masih menanti Alex. Tak lama, Alex dan rekan-rekannya datang.
Alex tanya ke Dal Mi, apa Dal Mi berkhayal indah.
Dal Mi : Tidak. Mungkin alasannya yakni akan teken kontrak, saya jadi tak bisa tidur.
Alex : Kau akan tidur nyenyak setelah ini.


Ji Pyeong membaca salinan kontraknya.
Melihat wajah Ji Pyeong yang serius, Chul San tanya kenapa wajah Ji Pyeong begitu menakutkan. Apa ada duduk kendala dengan kontraknya.
Ji Pyeong bilang tak ada.
Sa Ha tanya, lantas kenapa.
Ji Pyeong bilang itulah masalahnya.
Ji Pyeong : Kita mesti menahan mereka.

Ji Pyeong mau mengontak Dal Mi, namun Yong San tiba-tiba tiba dan merebut ponsel Ji Pyeong.
Yong San tanya, kenapa ditahan jika tak ada masalah?
Ji Pyeong : Kalian tidak memiliki versi keuntungan. Kenapa dibeli seharga tiga miliar? Tak ada gemar memberi di bidang ini. Pasti ada motif di balik ini.
Tapi Yong San yang masih menilai Ji Pyeong pembunuh kakaknya tak percaya.
Yong San : Kenapa halangi masa depan kami dengan firasatmu? Kenapa menyeleksi masa depan orang? Apa hakmu?

Ji Pyeong mau jelasin, namun Yong San terus saja mencecar Ji Pyeong.
Yong San : Apa kamu juga begini terhadap kakakku? Semudah ini kamu tentukan ia gagal?
Chul San : Kakak?
Sa Ha : Apa ini sebenarnya?

Ji Pyeong : Ini bukan kesimpulan mudah. Ini yakni akuisisi bakat.
Chul San dan Sa Ha gak ngerti.
Ji Pyeong : Kalian tak diakusisi alasannya yakni nilai perusahaan. Mereka cuma mau mengambil pengembang.

DoDal mulai menandatangani persetujuan perjanjian pembelian saham.
Ji Pyeong menerangkan ke Chul San, Sa Ha dan Yong San.
Ji Pyeong : Setelah teken kontrak, tim kalian akan eksklusif dibubarkan.
Bersambung…
EPILOG :

Pagi itu, Dal Mi terbangun duluan. Belum ada noda hitam di bibirnya.
Dal Mi kemudian memandang Do San yang masih terlelap.
Dal Mi kemudian teringat kata-kata Sa Ha, soal siapa yang ada di hatinya. Do San apa Ji Pyeong. Tapi Dal Mi menjawab kalau ia tak tahu dan ingin tahu siapa yang ada di hatinya.


Dal Mi lantas mencium telapak tangannya, kemudian menaruh telapak tangannya ke pipi Do San. Namun ia terkejut, menyaksikan pipi Do San bernoda hitam.
Dal Mi menyaksikan tangannya dan gres sadar ada noda spidol hitam di tangannya. Saat menjajal meniadakan noda itu di pipi Do San, Do San terbangun dan Dal Mi pun akal-akalan tidur.