Drama Korea – Sinopsis Start Up Episode 11 Part 2, Kamu sanggup mengenali terhadap Ep sebelumnya ada di sini lho. Apabila ingin menyaksikan goresan pena rekap lengkap pada goresan pena yang ini gaes.

Yong San tiba dan bilang beliau juga tidak ingin menemukan alternatif Ji Pyeong.
Chul San tanya, Yong San darimana aja. Kenapa gres kelihatan.
Yong San bilang, beliau gak mau lagi berafiliasi sama Ji Pyeong.

Chul San frustasi. Kalian berdua salah makan? Kenapa buat keputusan ekstrem begini?
Yong San bilang, Ji Pyeong peduli mereka alasannya yakni Dal Mi, bukan Samsan.
Yong San kemudian memandang Do San.
Yong San : Sepertinya kamu yang hendak lebih benci investasi derma itu dibandingkan dengan aku.


Dal Mi juga menolak alasannya yakni beliau gak mau menambah beban Ji Pyeong.
Dal Mi : Dan yang terpenting, kalau saya menemukan alternatif itu, semua akan menjadi sia-sia. Semua waktu, usaha, dan jerih payah Samsan Tech hingga sanggup hingga di sini. Harga diriku tak sanggup biarkan itu.
Sa Ha : “Harga diri”? Siapa yang waktu itu berlutut dan memohon kepadaku?
Dal Mi akal-akalan lupa.
Dal Mi : Siapa dia? Ada orang seumpama itu? Aku tak ingat.
Sa Ha : Baiklah. Aku juga akan akal-akalan lupa. Karena kamu tidak ingin pakai alternatif.
Dal Mi : Ya. Aku akan laksanakan apa pun untuk mengungguli Hari Demo.


Tim Samsan saling menyemangati. Do San bilang mereka mesti sanggup ke Silicon Valley bersama.
Dal Mi dan Sa Ha juga saling menyemangati.
*Gak mau pakai alternatif dari Ji Pyeong alasannya yakni perasaan pribadi. Yang satu, alasannya yakni cemburu. Satu lagi salah paham. Tapi manusiawi sih.
Ep 11, EXIT

Semua juri sudah berkumpul di kawasan mereka. Acara akan secepatnya dimulai tetapi Ji Pyeong belum datang.
Bu Yoon berupaya mengontak Ji Pyeong tetapi tak dijawab.
Pimpinan Won tanya, apa ada dilema dengan Ji Pyeong.
Bu Yoon : Aku juga ingin tahu. Dia tak menjawab telepon. Ada apa ini?
Bu Yoon terus menjajal mengontak Ji Pyeong.


Lalu Dong Cheon datang, memberi tahu Bu Yoon kalau program sudah sanggup dimulai.
Sepasang kaki lelaki masuk ke gedung Sand Box.

Acara dimulai. Bu Yoon naik ke panggung.
Bu Yoon : Halo, saya Yoon Seon Hak, administrator Sand Box dan CEO Modal Usaha SH. Meskipun ini sudah Hari Demo ke-12, saya masih tetap nervous dan berdebar seumpama kali pertama. Sepuluh tim yang ada di belakang panggung pastinya lebih nervous dan berdebar dibandingkan dengan aku. Kami akan berikan kado 50 juta won untuk tim pemenang Hari Demo hari ini. Dan untuk tim yang sukses menemukan investasi lanjutan, mereka sanggup tetap menggunakan semua kepraktisan di sini sama seumpama ketika gres masuk.

Samsan menanti di ruang tunggu bareng lainnya dan menyaksikan situasi di dalam aula lewat layar televisi.
Mereka gugup.
Chul San : Jika tak sanggup investasi lanjutan, kawasan dan kepraktisan akan dicabut.
Semua memandang Chul San.
Chul San eksklusif meralat ucapannya.
Chul San : Namun, itu tak ada keterkaitannya dengan kita. Kenapa? Karena kita akan sanggup penanam modal dan menjadi perusahaan global.

Kembali ke Bu Yoon yang menyampaikan para penanam modal dari seluruh dunia sudah on.
Bu Yoon : Investor dari seluruh dunia akan menonton secara eksklusif hari ini. Langsung saja, mari kita mulai program ini. Tim yang pertama yakni tim yang kumentori. Belakangan ini, tim ini juga sering timbul di televisi. Beri tepuk tangan untuk Nona Won In Jae, CEO dari Injae Company.


In Jae dan pegawainya menyatukan tangan mereka.
“In Jae, In Jae, bisa!”
Bersamaan dengan In Jae yang naik ke panggung, lelaki misterius tadi juga menunju bangku penonton.

In Jae naik ke panggung.
In Jae : Halo. Aku CEO dari Injae Company. Namaku Won In Jae. Kini, nyaris delapan juta kamera pengawas dipasang untuk menangkal kriminalitas atau melindungi kepraktisan lazim di Korea. Sayangnya, banyak kamera pengawas ini menjalankan tugasnya setelah kasus terjadi. Tentu hal itu menolong pencegahan kriminalitas. Namun, itu cuma kalau ada seseorang yang sanggup terus memperhatikan kamera pengawas yang ada. Karena itu, banyak insiden yang terlewatkan, dan pasti ada dilema dalam batas stamina seseorang. Karena itu, ada teknologi untuk melalui batas yang ada tersebut. Teknologi. Solusi IA Injae Company yakni teknologi yang berjulukan Guardians AI. Seperti yang sanggup dilihat, Guardians AI kami sanggup mendeteksi pergerakan orang abnormal di kamera pengawas, dan memiliki jaringan untuk eksklusif mengontak organisasi yang dibutuhkan.
In Jae kemudian bilang ketepatan teknologi pengenalan orang pada kamera pengawas produk mereka yakni 93,2 persen


Mendengar itu, Dal Mi tanya berapa ketepatan pengenalan punya mereka.
Yong San : 92,4 persen.


Sa Ha : Apa mereka tak bohong?
Chul San : Bohong! Tak mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan milik kita.
Do San : Mereka tak bohong kalau menyaksikan data IR-nya. Untuk pengontrolan parkir hingga 99,98 persen.
Chul San : Hei, pelankan suaramu. Kau mematahkan semangat Nona Seo.
Do San eksklusif diam.

Berlanjut ke sesi tanya jawab.
Investor pertama mengatakan, nampaknya banyak pesaingnya di Korea.
In Jae : Tentu banyak. Namun, tak ada pesaing yang ketepatannya melampaui kami.


Pimpinan Won : Bagiku, yang penting bukan performanya. Namun, seberapa besar itu sanggup meminimalisir ongkos tenaga kerja.
In Jae : Menurut rekomendasi Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, satu orang sanggup mengendalikan hingga 50 buah kamera. Namun, kalau menggunakan penyelesaian kami, satu orang sanggup mengendalikan hingga 300 buah kamera. Maka, kamu sanggup meminimalisir seperenam sumber daya manusia. Contoh, Konstruksi dan Teknik Haun kita meminimalisir honor rata-rata.

Yong San berbisik ke Do San, honor rata-rata 36,4 juta dan itulah argumentasi ayah Do San berdemo.
Do San mengerti.

Tiba-tiba terdengar bunyi yang dimengerti oleh Trio San.
Suara itu milik si lelaki misterius yang ternyata yakni Pak Nam.
Pak Nam mau bertanya.
Dong Cheon menghalangi. Dia bilang belum waktunya untuk bertanya. Tapi Pak Nam kekeh mau bertanya.
Pak Nam bilang, beliau tim keselamatan Konstruksi Haun.
Dong Cheon : Jangan begini. Di sini cuma untuk yang berkepentingan.
Pak Nam : Aku punya kepentingan! Aku akan kehilangan pekerjaanku alasannya yakni perusahaannya. Tak ada yang punya kepentingan melampaui diriku.

Do San yang mendengar itu, eksklusif berlari menuju aula. Diikuti oleh rekannya yang lain.
Bersambung ke part 3…